William Gallas yakin bek Arsenal, William Saliba, akan sangat sulit menolak tawaran pindah ke Real Madrid. Mantan pemain timnas Prancis itu menilai klub raksasa Spanyol tersebut berada di level yang sama sekali berbeda dari Arsenal, meski Mikel Arteta meraih kesuksesan belakangan ini.
Gallas yakin Saliba bisa tergoda meninggalkan Arsenal jika Madrid berupaya merekrutnya. Bek asal Prancis itu telah menjadi salah satu bek tengah terbaik di dunia sejak pindah ke London utara. Saliba membentuk duet tangguh dengan Gabriel Magalhaes di jantung pertahanan Arsenal.
Penampilan dominannya sangat penting ketika tim asuhan Mikel Arteta meraih gelar Liga Primer musim lalu. Bek itu menegaskan komitmen jangka panjangnya kepada Arsenal dengan menandatangani kontrak baru hingga 2030 pada awal tahun ini. Namun, Gallas merasa daya tarik bersejarah dari kepindahan ke ibu kota Spanyol akan terlalu kuat untuk diabaikan.
Gallas yakin gengsi bermain di Santiago Bernabeu melampaui kemajuan Arsenal belakangan ini. Ia menegaskan bahwa tekanan besar dan tuntutan yang tak henti-hentinya di Spanyol membedakan Madrid dari para rivalnya di Eropa.
“Apakah level Arsenal sekarang sudah cukup tinggi sehingga William Saliba akan menolak Real Madrid jika klub itu datang untuk merekrutnya?” kata Gallas kepadaSeatPick. “Saya tahu banyak orang akan marah dengan apa yang akan saya katakan sekarang, tetapi jika kita berbicara tentang sejarah kedua klub, Real Madrid dan Arsenal, maka Real Madrid tetaplah Real Madrid. Mereka berada di level yang berbeda.
“Bagi saya, sekalipun penampilan mereka saat ini bukan yang terbaik dan sekalipun mereka belum memenangi trofi-trofi terbesar belakangan ini, Madrid tetaplah Madrid. Saya katakan kepada Anda, setiap pemain yang mendapat kesempatan pergi ke Madrid akan berusaha ke sana, dan Anda tidak bisa menyalahkan mereka. Anda tidak bisa menyalahkan pemain seperti Saliba jika itu keputusannya.”
Arsenal telah membuat kemajuan besar di bawah Arteta, tetapi Gallas merasa klub itu masih berupaya mengejar kekuatan tradisional Eropa. Ia menilai klub London utara itu baru menulis babak baru, alih-alih mendominasi suatu era.
“Arsenal dan Manchester United?” tambah Gallas. “Mereka masih berada di belakang Barcelona dan Real Madrid, bahkan Manchester United pun masih demikian hingga saat ini, karena mereka memiliki sejarah yang begitu besar. Itulah sebabnya saya pikir sekarang, bagi klub seperti Arsenal, sekalipun mereka punya sejarah yang baik pada masa lalu, apa yang mereka lakukan saat ini adalah membangun kembali. Mereka berusaha menuturkan kisah mereka lagi dan berada di jalur yang benar, tetapi mereka masih berada di belakang Barcelona dan Real Madrid.”
Arteta mengambil pendekatan hati-hati terhadap bek andalannya untuk menghindari kemunduran. Saliba hanya duduk di bangku cadangan tanpa dimainkan saat Arsenal menang 2-1 atas Slavia Prague di Liga Champions pada Rabu.
Saliba akhirnya bisa kembali bermain pada akhir pekan ini setelah penantian panjang. Arsenal akan bertandang menghadapi Hull City pada Sabtu, dan pemain asal Prancis itu mungkin dibutuhkan setelah Ezri Konsa terpaksa ditarik keluar karena mengalami masalah di Prague.
Ditulis olehYosua Arya
Mengawali karier sebagai penulis magang diGOAL Indonesiapadaawal 2021, Yosua kemudian diangkat menjadi jurnalis di tahun yang sama dan hingga kini konsisten menulis dengan fokus utama pada Real Madrid serta jagat La Liga Spanyol.
Lahir dan besar di Salatiga, kecintaan Yosua pada sepakbola berakar pada klub lokal, PSISa Salatiga serta PSIS Semarang. Namun, perjalanan cintanya tidak berhenti di sana. Aksi duo kidal Real Madrid, Raul Gonzalez dan Guti Hernandez, memperkenalkan Yosua pada dunia sepakbola Eropa dan menumbuhkan rasa kagum yang kemudian berkembang menjadi spesialisasi profesional.
Terjun meliput langsung Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia menjadi salah satu pengalaman paling berkesan baginya. Di turnamen itu, Yosua berkesempatan bertemu sekaligus mewawancarai para wonderkid yang kini mulai bersinar di level elite: Marc Guiu, Franco Mastantuono hingga Claudio Echeverri.
Bidang keahlian Yosua di GOAL Indonesia di antaranya:
Mengulas dunia La Liga Spanyol, khususnya Real Madrid
Analisis preview pertandingan dengan pendekatan taktik dan naratif
Editorial sepakbola internasional
Penelusuran pemain muda dan perkembangan talenta global