KOMPAS.com- Luis Milla tampil menjanjikan dalam partai debutnya bersama Como 1907. Ia jadi pemain terbaik laga pekan pertama Liga Italia 2026-2027 Udinese vs Como.
PelatihComo 1907, Cesc Fabregas, langsung memercayakan posisi starter kepadaLuis Milladalam partai di markas Udinese.
NamaLuis Milla Manzanares, yang merupakan putra kandung eks pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla Aspas, menghiasi susunan sebelas awal duelUdinese vs Comodi Stadion Bluenergy.
Dalam pertandingan pekan pertamaLiga Italia2026-2027 hari Sabtu (22/8/2026), Luis Milla ditempatkan Fabregas sebagai gelandang jangkar, berduet dengan Maximo Perrone.
Impresi positif diberikan oleh eks andalan Getafe tersebut. Luis Milla aktif terlibat dalam bangunan serangan Como 1907.
Baca juga:Hasil Liga Italia: Inter Milan Pesta, Como Bawa Pulang Satu Angka
Lalu lintas serangan Como nyaris selalu melewati kakinya. Mengutip Whoscored, Luis Milla jadi pemain yang paling sering menyentuh bola, persisnya 103 kali.
Tak cuma itu, Luis Milla juga melepas lima operan kunci yang membuahkan peluang mencetak gol bagi Como 1907.
Dalam laga melawan Udinese, Luis Milla juga menunjukkan kebolehannya mengeksekusi bola-bola mati.
Servisnya melalui tendangan penjuru nyaris bisa ditanduk Anastasios Douvikas menjadi gol pada pengujung babak pertama.
Gol penyama kedudukan 1-1 yang dibuat Antastasios Douvikas pada menit ke-54, juga bermula dari sepak pojok Luis Milla.
Como pun bisa pulang dengan satu angka, setelah sebelumnya di babak pertama kebobolan oleh Hassane Kamara (29').
Baca juga:Hasil Udinese Vs Como 1-1: Pasukan Fabregas Bawa Pulang Satu Poin dari Friuli
Sejatinya, Como bisa mencatat hasil yang lebih baik andai tandukan Jacobo Ramon, menyusul sepak pojok Luis Milla, tak mengenai mistar gawang.
"Kami memiliki pilihan yang bagus dari situasi bola mati dengan Luis Milla, kaki kanannya, untuk menciptakan banyak peluang bagus."
"Sayang untuk (Jacobo) Ramon, tetapi saya yakin musim ini kami akan mencetak banyak gol dari sepak pojok,” ucap kiper Como, Jean Butez.
Luis Milla pun terpilih sebagai pemain terbaik laga Udinese vs Como yang berkesudahan 1-1.
“Ya, sulit, tentu saja. Musim lalu juga seperti itu, 0-0 pada akhirnya. Hari ini kami menjalani 15 menit pertama dengan baik, kemudian kami kehilangan beberapa bola, dalam situasi transisi."
"Pada babak kedua lebih baik, libero bermain lebih tinggi, secara fisik kami lebih kuat daripada mereka. Kami masih harus membangun kesepahaman di antara para pemain baru, tetapi kami berada di jalan yang tepat untuk berkembang dan menghadapi musim ini.,” tutur Butez dilansir dariTuttomercatoweb.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautanhttps://bit.ly/BantuWargaNTT