Upaya Jack Grealish untuk menghidupkan kembali kariernya di Everton menemui hambatan besar setelah gelandang serang itu tidak masuk skuad pertandingan untuk kedua kalinya dalam sepekan. Manajer Everton, David Moyes, masih enggan mengungkap alasan spesifik absennya pemain timnas Inggris tersebut, sehingga spekulasi mengenai masa depan jangka panjangnya di Hill Dickinson Stadium semakin menguat.
Everton meraih kemenangan atas Newcastle pada Senin malam, tetapi Grealish sama sekali tidak masuk skuad pertandingan. Ini menjadi kali kedua secara beruntun ia tidak disertakan, setelah sebelumnya absen dalam kemenangan di Carabao Cup pekan lalu atas lawan yang sama.
Pemain berusia 31 tahun itu awalnya dicoret karena dugaan "pelanggaran disiplin klub", keputusan yang saat itu didukung Moyes secara terbuka. Meski klub secara resmi menyebut kondisi fisik sebagai alasan absennya Grealish kali ini, ia terus tersisih, menunjukkan betapa tidak pastinya posisinya di Merseyside.
Berbicara kepadaBBC, Moyes enggan banyak berkomentar mengenai situasi yang masih berlangsung. Manajer berpengalaman itu tidak memberikan kejelasan kapan sang gelandang bisa kembali tampil untuk Everton.
"Saat ini dia belum bisa dimainkan dan kami akan mengambil keputusan bersama klub ketika kami merasa dia sudah bisa kembali bermain," ujar Moyes.
Ketika ditanya lebih lanjut apakah Grealish benar-benar absen karena kondisi fisik, seperti yang diklaim klub, sang manajer menjawab singkat: "Yang bisa saya sampaikan hanyalah bahwa saat ini dia belum bisa dimainkan." Pertanyaan mengenai dugaan pelanggaran disiplin juga mendapat jawaban serupa, dengan Moyes hanya menambahkan: "Saya tidak bisa mengomentari hal itu."
Grealish kembali ke Hill Dickinson Stadium dengan harapan menghidupkan lagi kariernya yang tersendat. Pemain bernilai £100 juta itu memasuki bulan-bulan terakhir kontraknya bersama Manchester City dan sangat membutuhkan menit bermain secara reguler setelah posisinya dalam pilihan Pep Guardiola perlahan menurun seusai keberhasilan mereka meraih treble pada 2023.
Dalam masa peminjaman sebelumnya di Everton, ia mencetak dua gol dari 22 penampilan sebelum cedera mengganggu kiprahnya. Meski penampilan terdahulu itu membuatnya kembali ke klub, gelandang kreatif tersebut baru tampil enam kali musim ini sebelum tampaknya sepenuhnya tersisih dari pilihan tim.
Everton akan menjamu Coventry pada Jumat malam, tetapi masih sangat diragukan apakah Grealish akan kembali masuk skuad. Meski Moyes menegaskan peluang untuk kembali ke tim utama masih terbuka, sang gelandang menghadapi tugas berat untuk merebut kembali kepercayaan manajernya dan menyelamatkan musimnya yang kian meredup.
Kecintaannya pada sepakbola berakar dari Chelsea, tepatnya ketika ia terpesona oleh sosok Gianfranco Zola—bukan hanya karena magis di kakinya, tapi juga karena nama sang legenda yang menurutnya begitu renyah di telinga. Beberapa tahun kemudian, Piala Dunia 2002 memperkenalkannya pada Oliver Kahn, penjaga gawang yang menjadi jatuh cinta kedua Zaki pada sepakbola, sekalipun Jerman pulang dengan tangan kosong kala itu.
Momen paling membekas bagi Zaki terjadi jauh lebih dekat di mata: berdiri di tribun selatan Maguwoharjo,menjadi saksi ketika PSS Sleman mengangkat trofi Divisi Utama 2013. Euforia kemenangan itu berubah getir karena dualisme membuat Si Elang Jawa gagal promosi.
Bidang keahlian Zaki di GOAL Indonesia di antaranya:
XI Sepanjang Masa Zaki (4-2-3-1)
Oliver Kahn; Cafu, John Terry, Franz Beckenbauer, Paolo Maldini; Xavi Hernandez, Claude Makelele; Lionel Messi, Eric Cantona, Eden Hazard; Marco van Basten.