KOMPAS.com –Sebanyak 7.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara mengikuti Le Minerale Surabaya Marathon 2026 yang digelar di Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).
Ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga diharapkan dapat mendorong perkembangansport tourismserta memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu kota tujuan penyelenggaraan kegiatan olahraga.
Mengusung konsepCity Run, para peserta diajak melintasi lebih dari 10 titik bersejarah dan landmark ikonik Surabaya. Rute ini mencakup Tugu Pahlawan, Kota Lama Surabaya, Jalan Tunjungan, serta sejumlah destinasi lain sebelum para pelari mencapai garis finis.
Jumlah peserta yang begitu besar dan karakter cuaca Surabaya yang cenderung panas membuat pemenuhan kebutuhan cairan dan mineral menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan ajang tersebut.
Untuk mendukung kebutuhan itu,Le Mineraledipercaya sebagaiOfficial Mineral WaterSurabayaMarathon2026. Dukungan ini diwujudkan melalui penyediaan air mineral di 18 titik water station sepanjang rute perlombaan.
Baca juga:Tiga Tahun Dipercaya JAKIM, Le Minerale Konsisten Dukung Kebutuhan Mineral Pelari
Ketua Panitia Surabaya Marathon Fransisca mengatakan, kenyamanan dan keamanan pelari menjadi prioritas selama perlombaan berlangsung.
“Sesuai arahan Wali Kota Surabaya, untuk memberikan pengalaman berlari yang aman dan nyaman, kami meniadakancar free dayselama pelaksanaan lomba agar rute dapat digunakan secara optimal oleh peserta. Selain itu, kami memastikan ketersediaan air mineral yang berkualitas di sepanjang rute,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman Le Minerale dalam mendukung berbagai ajang lari menjadi salah satu pertimbangan penyelenggara.
“Kami berharap, kehadiran Le Minerale di 18 titikwater stationdapat membantu para pelari menjaga kebutuhan cairan dan mineral sehingga mereka dapat menikmati pengalaman berlari secara optimal,” lanjutnya.
Group Regional Field Promotion Manager Jawa Timur Le Minerale Nico Michael Eduard mengatakan, komunitas lari di Surabaya terus berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan aktif semakin tinggi.
“Surabaya memiliki komunitas lari yang sangat aktif dan terus berkembang. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari menjadikan Surabaya sebagai kota yang tepat bagi Le Minerale untuk semakin dekat dengan para pelari,” ujarnya.
Nico menjelaskan, menjaga kecukupan cairan dan mineral penting perlu diperhatikan saat berlari, terutama di wilayah dengan cuaca relatif panas, seperti Surabaya.
Baca juga:Tiga Tahun Dipercaya JAKIM, Le Minerale Konsisten Dukung Kebutuhan Mineral Pelari
“Sebagai air mineral yang mengandung mineral alami dari sumber mata air pegunungan terpilih, Le Minerale berkomitmen menghadirkan kualitas yang dapat diandalkan masyarakat aktif. Kandungan mineral alami tersebut juga tercantum pada kemasan sebagai bentuk transparansi kepada konsumen,” katanya.
Kondisi cuaca Surabaya juga menjadi tantangan bagi para peserta. Salah satunya dirasakan Maul, anggotaLe Minerale Running Squadyang mengikuti perlombaan kategori 10 km.
“Tantangan terberatku adalah cuaca Surabaya yang cukup panas. Selamarace,aku selalu minum Le Minerale di setiapwater stationyang tersedia sepanjang rute 10K agar tubuh tetap terasa segar,” tuturnya.