Carlo Ancelotti Pernah Tolak Main Kurang dari 72 Jam, Konsensus FIFA Kini Disorot usai Kritik Igor Tolic

Carlo Ancelotti Pernah Tolak Main Kurang dari 72 Jam, Konsensus FIFA Kini Disorot usai Kritik Igor Tolic

KOMPAS.com– Perdebatan mengenai waktu istirahat minimal 72 jam antarlaga kembali mencuat setelah pelatih Persib Bandung Igor Tolic mengkritik jadwal final Piala Presiden 2026 yang hanya berjarak dua hari dari semifinal.

KOMPAS.com– Perdebatan mengenai waktu istirahat minimal 72 jam antarlaga kembali mencuat setelah pelatih Persib Bandung Igor Tolic mengkritik jadwal final Piala Presiden 2026 yang hanya berjarak dua hari dari semifinal.

Sorotan serupa ternyata pernah datang dari salah satu pelatih paling sukses di dunia,Carlo Ancelotti.

Pelatih asal Italia itu bersamaReal Madridpernah menyatakan tidak akan lagi memainkan pertandingan apabila dijadwalkan dengan waktu istirahat kurang dari 72 jam.

Kasus tersebut terjadi setelah Real Madrid mengalahkan Villarreal 2-1 dalam lanjutan La Liga pada 15 Maret 2025.

Pertandingan itu dimainkan kurang dari 67 jam setelah Madrid menyelesaikan laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Atletico Madrid yang berlangsung hingga babak tambahan waktu dan adu penalti.

Baca juga:Igor Tolic Minta Penjelasan soal Jadwal Final Piala Presiden yang Langgar Kebijakan FIFA

Menurut Ancelotti, Real Madrid telah dua kali meminta La Liga mengubah jadwal pertandingan, tetapi permintaan tersebut tidak dipenuhi.

"Saya rasa hari ini adalah pertandingan terakhir kami bermain dengan waktu istirahat kurang dari 72 jam. Kami tidak akan melakukannya lagi," ujarnya seperti dikutip dari The Athletic.

"Kami sudah dua kali meminta La Liga mengubah jadwal pertandingan dan tidak ada yang terjadi. Namun, ini adalah yang terakhir," kata Ancelotti saat itu.

Kasus yang dialami Real Madrid menjadi salah satu contoh perdebatan mengenai kepadatan kalender pertandingan.

Saat itu, La Liga tetap mempertahankan jadwal karena ketentuan jeda 72 jam belum menjadi aturan yang bersifat wajib dalam regulasi kompetisi domestik.

Meski demikian, Asosiasi Pesepak Bola Profesional Spanyol (AFE) mendukung tuntutan tersebut.

AFE menyatakan pemain seharusnya memperoleh waktu istirahat minimal 72 jam di antara dua pertandingan demi menjaga kesehatan fisik maupun mental mereka.

Baca juga:Persib ke Final Piala Presiden 2026, Lucho: Kami Benar-benar Lelah...

Isu serupa kini kembali menjadi perhatian setelah Tolic mengkritik jadwal finalPiala Presiden 2026.

Final antaraPersib Bandungdan Persebaya Surabaya dijadwalkan berlangsung Kamis (6/8/2026), hanya dua hari setelah kedua tim menjalani semifinal pada Selasa (4/8/2026).

"Dalam regulasi FIFA terdapat aturan wajib bahwa setiap tim harus memiliki waktu istirahat minimal 72 jam antar-pertandingan. Aturan ini dibuat untuk melindungi kesehatan fisik dan mental para pemain di seluruh dunia," ujar Tolic.