KOMPAS.com- Gelandang Inter Milan, Hakan Calhanoglu, buka suara soal sang pelatih Cristian Chivu yang sukses di musim perdananya dengan mengawinkan gelar Liga Italia dan Coppa Italia.
Cristian Chivudatang sebagai pelatihInter Milanpada musim panas 2025, menggantikan Simone Inzaghi yang hengkang ke klub Liga Arab Saudi, Al Hilal.
Kedatangan Chivu diiringi keraguan. Pasalnya, Chivu tiba di Inter Milan tanpa rekam jejak mentereng sebagai pelatih dan hanya enam bulan menangani Parma diLiga Italia.
Namun, pelatih asal Romania ini menepis keraguan dan langsung membawa Nerazzurri mengawinkan gelar Liga Italia dan Coppa Italia di musim pertamanya.
Keraguan orang-orang terhadap Inter Milan besutan Chivu diungkap olehHakan Calhanoglu.
Baca juga:Luis Henrique Masuk Daftar Jual, Inter Milan Buka Peluang Datangkan Penyerang Baru
Gelandang Timnas Turkiye ini berujar banyak yang menyebut Inter Milan akan kesulitan, terutama setelah gagal di final Liga Champions 2024-2025 dan ditinggalkan oleh Simone Inzaghi.
"Semua orang mengira Inter sedang, katakanlah sekarat setelah apa yang terjadi," ujar Calhanoglu
"Namun, tim ini memiliki mentalitas yang kuat. Setiap kali kami menghadapi momen atau situasi sulit, kami mampu bangkit."
"Para pemain sudah bersama-sama selama bertahun-tahun dan kami tahu cara mengatasinya; itulah yang membedakan kami. Sebagai sebuah tim, kami merespons dengan baik saat keadaan tidak berjalan lancar," tambahnya.
Calhanoglu mengungkap cara pendekatan Chivu yang berbeda. Chivu sangat memerhatikan sisi personal pemain.
Baca juga:Kata Djed Spence Usai Diumumkan Jadi Pemain Baru Inter Milan
Cara pendekatan tersebut menurut Calhanoglu membuat semua pemain Inter Milan merasa penting.
“Bersama Chivu, situasinya kini berbeda, dia lebih memedulikan individunya, bukan sekadar sepak bola. Perasaan Anda lebih diutamakan dan dia terbuka terhadap segalanya. Dia memberikan kepercayaan diri agar Anda merasa nyaman," ungkap Calhanoglu.
“Tentu saja, dia memiliki pendekatan taktis dalam pertandingan dan latihan, namun di luar sepak bola, dia seperti saudara atau teman. Anda selalu bisa membicarakan apa saja dengannya."
“Ada banyak hal yang harus saya selesaikan, dan dia sangat membantu saya," tambahnya.
Selepas berhasil mendominasi kompetisi domestik pada musim 2025-2026, Calhanoglu mengaku bahwa target Inter Milan saat ini adalah meraih trofi sebanyak mungkin.
Baca juga:5 Pemain Inggris yang Pernah Membela Inter Milan, Terbaru Djed Spence
Satu trofi Liga Champions kini menjadi target utama gelandang berusia 32 tahun itu. Bersama Inter, Calhanoglu sudah mencapai dua laga final masing-masing di edisi 2022-2023 dan 2024-2025 tapi selalu kalah.
“Tujuannya selalu untuk terus mendominasi liga. Saya sudah berada di sini selama lima tahun, memenangkan delapan trofi, dan mencapai dua final Liga Champions," katanya.
"Saya berharap kami bisa memenangkan salah satunya, tetapi begitulah sepak bola. Kami akan kembali berusaha memenangkan scudetto dan terus meraih trofi," imbuh Calhanoglu.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautanhttps://bit.ly/BantuWargaNTT