Jose Mourinho membawa Real Madrid menang 4-3 atas AS Roma di Liga Champions. Meski menang dramatis, ia tetap menunjukkan rasa hormat kepada mantan klubnya.
Liputan6.com, Jakarta -Jose Mourinhomerasakan kemenangan emosional saatReal MadridmenaklukkanAS Romadengan skor 4-3 pada matchday 2Liga Champions2026/2027 di Stadio Olimpico. Sempat tertinggal 1-3, Los Blancos mencetak tiga gol pada menit-menit akhir untuk membalikkan keadaan.
Laga ini menjadi momen spesial bagi Mourinho yang pernah membawa Roma menjuarai UEFA Conference League 2021/2022 dan mencapai final Liga Europa musim berikutnya. Para pendukung tuan rumah pun membentangkan sejumlah spanduk untuk menghormati mantan pelatih mereka.
Roma tampak akan meraih kemenangan sebelum Real Madrid bangkit melalui gol Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Rudiger. Gol penentu Rudiger pada menit ke-90 memastikan tim tamu membawa pulang tiga poin dari ibu kota Italia.
Namun, Mourinho tidak merayakan kemenangan tersebut secara berlebihan. Gesturnya yang dingin ke arah tribune setelah peluit akhir menjadi sorotan, mengingat hubungan emosionalnya dengan Roma dan para pendukung klub tersebut.
Pergantian pemain Mourinho berperan penting dalam kebangkitan Real Madrid. Carlos Espi dan Endrick menyamakan kedudukan sebelum Rudiger mencetak gol kemenangan melalui situasi sepak pojok yang dieksekusi Arda Guler.
Meski meraih kemenangan dramatis, Mourinho memilih tidak melakukan selebrasi berlebihan di Stadio Olimpico. Ia hanya mengacungkan jari ke arah tribune, sebuah gestur yang memunculkan pertanyaan tentang sikapnya terhadap mantan klub tersebut.
Mourinho kemudian menjelaskan maksud gesturnya dan menegaskan bahwa ia tetap menghormati Roma. Pengalaman membawa klub itu meraih trofi Conference League dan mencapai final Liga Europa menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
"Tidak ada apa-apa, kami menang dan saya sedang merayakannya. Saya sangat menghormati Roma," ucap Mourinho dikutip dariSky Sports Italia.
Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6
Jorge Martin Akui Marc Marquez Lebih Sulit Ketimbang Pecco Bagnaia