Bukannya Makin Beres, Tottenham Malah Kian Terbenam

Bukannya Makin Beres, Tottenham Malah Kian Terbenam

Rifqi Ardita Widianto -detikSepakbola

Rifqi Ardita Widianto -detikSepakbola

Tottenham Hotspurmenghabiskan triliunan untuk belanja pemain di musim panas. Bukannya makin beres, Spurs malah makin terbenam.

Tottenham membelanjakan lebih dari 300 juta paun untuk merekrut pemain di bursa transfer musim panas lalu. Itu setara kurang lebih Rp 7,18 triliun.

Belanja besar itu tak lepas dari hasil mengecewakan dua musim terakhir. Mereka nyaris terdegradasi dan finis di papan bawah, berturut-turut di posisi 17.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemain-pemain profil tinggi pun didatangkan ke Tottenham Hotspur Stadium, sebut saja Jan Paul van Hecke, Mateus Fernandes, Sandro Tonali, Savio, hingga Omar Marmoush. Tapi belanja besar tak serta merta langsung menghasilkan.

Di bawah arahan ManajerRoberto De Zerbi, Spurs belum bisa berbuat banyak. Lima pertandingan Premier League, belum ada kemenangan sementara tiga kekalahan sudah ditelan. Terakhir, mereka kalah 2-3 dari Aston Villa di rumah sendiri.

Baru dua gol dibuat tim berjuluk The Lilywhites itu dan sudah dibobol delapan kali. Selisih gol minus enam itu yang menempatkan Tottenham di dasar klasemen, meski sama-sama mengumpulkan dua poin dengan Fulham.

Maka untuk pertama kalinya sejak 2008/2009, Spurs ada di dasar klasemen setelah lima pertandingan. Di musim itu, mereka finis di peringkat delapan.

Foto artikel Foto artikel