BLiSPI dan DPD RI Bina Talenta Muda, Siapkan Jalan ke Sepakbola Nasional

BLiSPI dan DPD RI Bina Talenta Muda, Siapkan Jalan ke Sepakbola Nasional

Muhammad Robbani -detikSepakbola

Muhammad Robbani -detikSepakbola

BLiSPI dan DPD RI berkolaborasi membina pemain muda melalui BLiSPI Youth Cup V Piala DPD RI 2026. Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah bagi talenta dari berbagai daerah untuk berkembang dan mendapat kesempatan menembus level nasional hingga internasional.

Kolaborasi tersebut berangkat dari kesamaan visi untuk berkontribusi terhadap kemajuan sepakbola Indonesia. BLiSPI memiliki pengalaman menggelar kompetisi usia muda, sedangkan DPD RI mempunyai jaringan serta tanggung jawab terhadap daerah.

BLiSPI Youth Cup V Piala DPD RI 2026 pun digelar untuk mewujudkan tujuan bersama tersebut. Turnamen edisi kelima ini mulai berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu (25/10/2026). Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengatakan kompetisi ini diharapkan bisa membuka kesempatan yang sama bagi pemain muda dari seluruh penjuru Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebetulan saya pribadi memiliki hobi sepakbola, Jadi melalui turnamen ini diharapkan muncul, pemain-pemain nasional yang betul-betul asli dari daerah. Dan itu mereka semua punya kesempatan yang sama, dari Aceh sampai Papua," kata Sultan.

Ia menambahkan, kompetisi ini merupakan langkah awal dalam membangun sistem pembinaan yang menjangkau daerah hingga tingkat nasional.

"Ini justru awal pembinaan. Mungkin waktu itu dengan kompetisi dan pendampingannya biasa-biasa saja. Tapi saya sudah berkomitmen bahwa, kami punya struktur sampai ke daerah, kami punya anggota-anggota terbaik di daerah, melalui kompetisi ini muncul liganya dari daerah, lalu kemudian kami bikin ke desa, hingga muncul kompetisi nasional yang kami bawa," ujarnya menambahkan.

Kompetisi binaan BLiSPI sebelumnya turut menjadi bagian dari perjalanan sejumlah pemain yang kini dikenal di sepakbola Indonesia, di antaranya Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman. Ketua Umum BLiSPI Subagja Suihan menyebut turnamen ini juga dapat menjadi basis data bagi para pegiat sepakbola untuk memantau potensi pemain muda.

Sebanyak 74 tim dengan lebih dari 2.000 pemain dari 34 provinsi mengikuti kompetisi tersebut. Mereka mendapat kesempatan untuk unjuk kemampuan sekaligus menunjukkan potensi yang mungkin belum terpantau selama ini.

"Melalui kegiatan ini, kami memiliki basis data pemain yang dapat menjadi acuan dalam proses pemantauan dan pembinaan atlet. Harapannya, semakin banyak pemain muda yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan membawa nama Indonesia di tingkat internasional," tutur Subagja.

Selain berkompetisi, sejumlah pemain terpilih direncanakan berkesempatan dikirim ke luar negeri. Program tersebut diharapkan dapat menambah pengalaman mereka dan membuka peluang untuk bersaing di level internasional.

Foto artikel Foto artikel