Bernardo Tavares: Mental Pejuang Bawa Persebaya ke Final Piala Presiden 2026

Bernardo Tavares: Mental Pejuang Bawa Persebaya ke Final Piala Presiden 2026

KOMPAS.com– Persebaya Surabaya memastikan langkah ke final Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Arema FC dengan skor tipis 1-0 pada laga semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) malam.

KOMPAS.com– Persebaya Surabaya memastikan langkah ke final Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Arema FC dengan skor tipis 1-0 pada laga semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026) malam.

Gol tunggal Yuran Fernandes pada masa injury time babak pertama menjadi pembeda dalam laga bertajuk Derby Jawa Timur yang berlangsung sengit dan penuh tensi.

Hasil tersebut mengantarkan Bajul Ijo menghadapi Persib Bandung pada partai finalPiala Presiden 2026yang dijadwalkan berlangsung Kamis (6/8/2026).

Baca juga:Jadwal Persib Vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026, Bajul Ijo Menuju Trofi Pertama

Meski meraih kemenangan penting, pelatihPersebayaBernardo Tavaresmengaku tim belum menampilkan performa terbaik.

Menurutnya, kondisi fisik pemain menjadi faktor utama yang memengaruhi jalannya pertandingan.

Sejak peluit awal dibunyikan, duel Persebaya kontraArema FCberlangsung dengan intensitas tinggi.

Secara statistik, Arema FC tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dengan 54 persen, sedangkan Persebaya mencatatkan 46 persen.

Singo Edan juga lebih agresif dengan melepaskan 10 tembakan, sementara Bajul Ijo menciptakan sembilan peluang.

Namun, efektivitas menjadi pembeda. Persebaya mampu mencatatkan empat tembakan tepat sasaran, sedangkan Arema FC hanya satu kali benar-benar mengancam gawang.

"Menurut saya ini adalah pertandingan sulit, dengan emosi sangat tinggi dan banyak pelanggaran. Kita harus jujur, ini bukan pertandingan terbaik yang kita tahu bisa kita mainkan," ujar pelatih asal Portuga itu.

Baca juga:Hasil Persebaya Vs Arema FC 1-0: Bajul Ijo Hadapi Persib di Final Piala Presiden 2026

"Namun, ada alasan yang bisa menjelaskan hal itu, yaitu kami memiliki waktu istirahat satu hari lebih sedikit dibandingkan Arema untuk mempersiapkan pertandingan dan memulihkan kondisi," imbuhnya.

Meski demikian, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan Francisco Rivera dkk yang kelelahan, tetapi terus bekerja keras.

"Mereka menunjukkan sikap dan semangat luar biasa. Sangat penting bagi kami untuk mencetak gol lebih dulu. Sebenarnya kami memiliki lebih banyak peluang," kata Bernardo Tavares.

"Sayangnya, kami gagal mencetak gol kedua. Meski begitu, saya sangat senang dengan kerja keras yang ditunjukkan tim hari ini," sambungnya.

Selain itu ia kembali menyoroti kondisi fisik pemain saat menurunnya intensitas permainan Persebaya setelah Arema FC harus bermain dengan 10 orang. Kelelahan membuat tim tidak mampu menjaga ritme permainan hingga akhir pertandingan.