Berdarah Pacitan, Ilhan Fandi Bidik Gawang Timnas Indonesia

Berdarah Pacitan, Ilhan Fandi Bidik Gawang Timnas Indonesia

Striker andalan Singapura Ilhan Fandi di Piala AFF 2026, berdarah Pacitan.

Striker andalan Singapura Ilhan Fandi di Piala AFF 2026, berdarah Pacitan.

Liputan6.com, Jakarta -Ilhan Fandimenegaskan tekad untuk meneruskan warisanFandi AhmadbersamaTimnas Singapurapada Piala AFF 2026. Kisah pemain dengan ikatan Indonesia ini turut disimak pendukungTimnas Indonesia.

Pernyataan Ilhan disampaikan dalam wawancara yang dipublikasikan ASEAN United FC. Ia menguraikan pandangan soal pola asuh di rumah dan prinsip yang ditanamkan sang ayah.

Ilhan juga menggambarkan bagaimana nilai-nilai itu membentuk karakternya sebagai pesepak bola sekaligus pribadi di luar lapangan.

Ada darah Indonesia yang menempel pada sosok Fandi Ahmad. Keluarga dari pihak ayah Fandi berasal dari Pacitan, Jawa Timur.

Legenda sepak bola Singapura itu memiliki tiga putra, dan seluruhnya menekuni karier profesional. Tradisi sepak bola di keluarga Fandi pun berlanjut ke generasi berikutnya.

Salah satu di antaranya adalah Ilhan Fandi. Pada usia 23 tahun, ia menjadi andalan tim nasional Singapura dan tampil konsisten dalam beberapa musim terakhir.

Ilhan memaparkan suasana rumah yang membentuk cara pandangnya terhadap sepak bola.

"Sejujurnya, di rumah, Ayah tidak terlalu banyak bicara soal sepak bola karena beliau hanya ingin kami menikmati permainannya," ujar Ilhan via ASEAN United FC.

"Namun, beliau selalu menjadi sosok panutan yang hebat bagi kami, dan kami selalu berusaha menyerap setiap nasihat yang beliau berikan. Tumbuh besar dalam lingkungan seperti itu sungguh menyenangkan, dan tidak pernah ada tekanan sama sekali," lanjut Ilhan.

Seiring bertambahnya usia, Ilhan terlihat makin matang dan memiliki motivasi yang sangat kuat untuk melanjutkan warisan sang ayah di Timnas Singapura.

Ilhan menuturkan prinsip-prinsip yang dipegang teguh Fandi Ahmad dan diwariskan ke anak-anaknya.

“Ayah saya memegang teguh empat nilai penting: disiplin, dedikasi, tekad, dan pengorbanan. Saya dan saudara-saudara saya senantiasa menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari," jelas Ilhan Fandi.

“Nilai-nilai itu tidak hanya penting dalam sepak bola, tetapi juga dalam kehidupan. Prinsip-prinsip itulah yang membentuk diri saya menjadi pribadi dan pemain seperti sekarang ini," ujar Ilhan Fandi.

"Hal-hal tersebut mengajarkan saya untuk pantang menyerah dan selalu membuat keluarga bangga," tandasnya.

Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6

Barcelona Jalani Pramusim, 3 Lulusan La Masia Kejutkan Hansi Flick