Suara.com -KiperFC Andorra, Jesús Owono, mengalami masa sulit setelah insiden benturan dengan penyerangCD Tenerife, Jesus de Miguel, yang berujung kematian.
Penjaga gawang berusia 25 tahun itu dikabarkan sangat terpukul atas tragedi yang terjadi dalam pertandingan kedua tim tersebut.
De Miguel meninggal dunia pada usia 30 tahun setelah mengalami benturan keras saat pertandingan melawan FC Andorra.
Owono menjadi sosok yang terlibat langsung dalam insiden tersebut setelah lututnya menghantam tubuh sang penyerang ketika berusaha mengamankan bola.
Menurut laporan media Spanyol, COPE, Owono sangat terpukul setelah mengetahui De Miguel meninggal dunia. Ia bahkan terlihat menangis dan berdoa di ruang ganti seusai pertandingan.
Pihak FC Andorra menegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam insiden tersebut. Owono juga disebut sempat berniat menghubungi De Miguel dan keluarganya secara pribadi untuk menyampaikan permintaan maaf serta dukungan sebelum kabar kematian sang pemain diketahui.
Di tengah situasi tersebut, kehidupan pribadi Owono kembali menjadi perhatian. Di balik kariernya sebagai pesepak bola profesional, kiper asal Guinea Khatulistiwa itu memiliki perjalanan hidup yang tidak mudah, terutama saat harus terpisah dari ibunya sejak kecil.
Masa Kecil Owono Terpisah dari Sang Ibu
Jesús Lázaro Owono Ngua lahir di Bata, Guinea Khatulistiwa, pada 1 Maret 2001.
Masa kecilnya diwarnai perpisahan dengan sang ibu yang merantau ke San Sebastián, Spanyol, untuk mencari pekerjaan dan menghidupi keluarga.
Saat itu, Owono bersama empat adiknya tinggal di Malabo, Pulau Bioko, dalam pengasuhan bibi dan sepupu mereka.
Ia baru bisa kembali berkumpul dengan ibunya ketika berusia delapan tahun.
Dalam wawancara dengan El Correo pada Juni 2024, Owono mengungkapkan alasan utama dirinya datang ke Spanyol bukanlah untuk mengejar karier sepak bola, melainkan ingin kembali bersama sang ibu.
"Saya datang bukan untuk mengejar mimpi bermain sepak bola, melainkan untuk bersama ibu saya," ungkap Owono.
Ia bahkan mengaku sejak awal sudah memiliki tekad kuat untuk tinggal di tempat ibunya berada.