Harry Kane resmi dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia setelah meraih Ballon d'Or 2026 di London. Untuk merayakan pencapaian bersejarah ini, Bayern Munich tengah menyiapkan penghormatan yang menyentuh bagi penyerang andalannya saat ia kembali ke Allianz Arena pekan ini.
Allianz Arena bersiap menggelar perayaan istimewa saat Kane kembali ke Jerman sebagai peraih Ballon d'Or yang baru dinobatkan. Setelah menjalani musim gemilang dan membantu Bayern meraih dua gelar domestik, sang penyerang menerima penghargaan dalam sebuah acara di London Palladium.
Klub telah mengonfirmasibahwa perayaan akan dimulai begitu Kane kembali bermain di kompetisi domestik. Sebuah "sambutan khusus" telah disiapkan untuk pertandingan DFB-Pokal melawan Magdeburg pada Rabu, ketika para pendukung tuan rumah untuk pertama kalinya berkesempatan memberi penghormatan kepada pemain terbaik dunia itu. Penghormatan berikutnya akan diberikan saat laga penting Bundesliga melawan rival mereka, Borussia Dortmund, pada Sabtu, agar sang penyerang mendapat apresiasi di hadapan stadion yang penuh sesak.
Kane menorehkan sejarah dengan menjadi pemain Bayern pertama yang memenangi Ballon d'Or dalam 45 tahun. Kapten Inggris itu menerima trofi tersebut, mengikuti jejak legenda klub seperti Karl-Heinz Rummenigge, yang terakhir kali memenangi penghargaan itu untuk raksasa Bundesliga tersebut pada 1981.
Selain Ballon d'Or, Kane juga meraih Trofi Gerd Muller, yang semakin menegaskan statusnya sebagai penyelesai peluang paling mematikan di sepakbola Eropa. Ketajamannya di depan gawang sepanjang musim 2025-26 terbukti menentukan dalam pemungutan suara. Bintang Bayern lainnya juga meraih hasil bagus: Michael Olise menembus sepuluh besar peringkat dunia, sementara Pernille Harder finis ketujuh di kategori wanita, menunjukkan kekuatan klub di berbagai kategori.
Presiden Herbert Hainer memimpin penghormatan dari jajaran pimpinan klub. Ia menilai pencapaian Kane menempatkannya sejajar dengan nama-nama terbesar yang pernah mengenakan seragam merah. "Ini hari yang membanggakan bagi FC Bayern. Harry Kane bisa melakukan segalanya, dan ia mencetak gol, gol, dan lebih banyak gol. Kini ia sejajar dengan Franz Beckenbauer, Gerd Müller, dan Karl-Heinz Rummenigge. Itu sudah menjelaskan segalanya tentang sejarah kami," kata Hainer.
CEO Jan-Christian Dreesen menyampaikan pandangan serupa, seraya menyoroti arti penting penghargaan tersebut bagi sepakbola Jerman secara keseluruhan. "Harry Kane sangat layak meraih gelar ini. Ia terus memecahkan rekor demi rekor selama bertahun-tahun, dan selain banyak gol serta assist-nya, kami sangat menghargai karakter luar biasa yang ia bawa. Keberhasilan pemain dari klub Jerman memenangi Ballon d'Or untuk pertama kalinya dalam 30 tahun merupakan sinyal kuat bagi Bundesliga," ujar Dreesen.
Selain gol-golnya, staf Bayern menyoroti kepemimpinan Kane dan pengaruhnya terhadap para pemain muda di skuad. Direktur olahraga Christoph Freund menggambarkan sang penyerang sebagai sosok yang unik dalam sepakbola modern.
"Harry adalah sosok yang luar biasa. Sangat jarang Anda bertemu seseorang seperti dia: berkelas dunia, tetapi tetap rendah hati. Harry telah membawa peran penyerang tengah ke tingkat yang sama sekali baru. Ia adalah inspirasi, terutama bagi pemain muda. Ia tak diragukan lagi merupakan salah satu yang terhebat dalam sejarah sepakbola," kata Freund.
Mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2000 dengan liputan utama di bidang hukum dan kriminal, politik, serta sosial masyarakat. Namun di tengah pekerjaan itu, selalu berusaha meliput kegiatan olahraga, terutama pertandingan sepakbola, cabang olahraga yang saya gemari dan mainkan sejak kanak-kanak.
Pada 2002 bergabung ke Harian Terbit dengan fokus liputan olahraga umum, sampai akhirnya hijrah ke Goal pada 2009 yang membuat kecintaan kepada sepakbola tersalurkan. Saya lebih difokuskan meliput kegiatan sepakbola nasional, dan menangani koresponden.
Hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat saya menaruh perhatian kepada mereka, terutama yang berkarir di luar negeri, memberikan penilaian terhadap kinerja pemain di klub masing-masing.
Bidang yang ditekuni:
Menganalisa dan meliput pertandingan Super League
Memberikan penilaian terhadap pemain abroad
Editorial dan artikel sepakbola nasional dan internaional
Momen tak terlupakan:
Meyaksikan pertandingan terakhir enam besar Persirakatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika PSMS Medan melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada 1986 saat masih kanak-kanak. Di samping merasa senang dengan atmosfer yang tercipta di stadion, ada perasaan takut juga, karena banyak benda yang dilempar dari atas.