Bayern Munich mencemaskan kondisi kebugaran dua kiper seniornya menjelang lawatan penting ke markas Atletico Madrid di Liga Champions. Manuel Neuer absen dalam laga Bundesliga baru-baru ini karena masalah pada kaki, sementara pelapisnya, Jonas Urbig, mengalami benturan keras di kepala saat pertandingan melawan Borussia Dortmund.
Hasil imbang 2-2 Bayern melawan Dortmund membuat klub raksasa Bavaria itu terancam menghadapi masalah besar dalam menentukan susunan pemain. Bayern sudah harus menangani cedera di lini serang yang dialami Michael Olise, Ismael Saibari, dan Serge Gnabry, sementara situasi di posisi penjaga gawang kini juga mencapai titik kritis. Neuer absen dalam Der Klassiker akibat iritasi tendon yang tak kunjung reda di kakinya, dan penggantinya, Urbig, mengalami benturan keras dalam pertandingan tersebut.
Urbig terlibat tabrakan keras pada menit ke-34 ketika kedua lutut Carney Chukwuemeka mengenai kepala sang kiper dalam rangkaian kejadian yang berujung pada gol Dortmund yang dianulir. Meski terkena benturan, pemain berusia 23 tahun itu mampu menuntaskan pertandingan, tetapi ia tampak terguncang sesaat setelah kejadian. Staf medis Bayern kini memantau Urbig dengan saksama untuk melihat apakah muncul gejala gegar otak yang tertunda, yang bisa membuatnya absen dalam perjalanan ke Spanyol. Seusai laga, kiper muda itu berusaha mengecilkan dampak insiden tersebut, seperti dilaporkanBild. Saat berbicara di area wawancara, Urbig berkelakar: “Semuanya baik-baik saja, tetapi wajah saya baru saja terkena dua lutut...”
Perhatian utama tetap tertuju kepada kapten Bayern, Neuer, yang mengalami penumpukan cairan di kakinya akibat masalah tendon yang berkelanjutan. Kiper legendaris berusia 40 tahun itu telah melewatkan tiga pertandingan kompetitif terakhir melawan Freiburg, Magdeburg, dan Dortmund. Neuer memberikan kabar singkat saat meninggalkan Allianz Arena pada Sabtu malam. Ketika ditanya apakah ia bisa tampil melawan Atletico Madrid, ia menjawab: “Saya harap...”
Meski Neuer optimistis, laporan internal mengindikasikan bahwa ia harus berpacu dengan waktu agar bisa masuk skuad yang bertolak ke Madrid pada Senin sore. Ketidakhadirannya akan membuat Bayern kehilangan sosok pemimpin penting dalam laga Eropa yang sangat menentukan itu.
Situasi kacau dalam pertandingan melawan Dortmund membuat tim medis Bayern kewalahan. Ketika Urbig terjatuh, dokter tim Prof. Dr. Peter Ueblacker tengah berada di ruang ganti untuk menangani Saibari dan Gnabry yang cedera. Butuh beberapa menit sebelum dokter itu bisa kembali ke lapangan untuk memeriksa sang kiper. Setelahnya, ia terus mengamati pergerakan Urbig dari belakang gawang sepanjang sisa babak pertama, hingga peluit turun minum memberi sedikit kelonggaran.
Rangkaian kejadian itu nyaris membuat kiper pelapis veteran Sven Ulreich harus masuk lebih awal. Pemain berusia 38 tahun itu langsung diminta melakukan pemanasan setelah benturan tersebut dan tetap bersiap di tepi lapangan hingga jelas bahwa Urbig bisa melanjutkan pertandingan. Staf pelatih kini menunggu dengan cemas untuk mengetahui apakah salah satu dari dua pilihan utama mereka akan dinyatakan siap bermain oleh tim medis sebelum skuad berangkat dari Munich pada Senin sore.
Jika Neuer maupun Urbig dinyatakan tidak fit untuk ikut dalam perjalanan, tanggung jawab akan jatuh kepada Ulreich yang dapat diandalkan. Kiper pelapis berpengalaman itu sudah terbiasa turun tangan dalam situasi sulit, setelah berkali-kali mengisi kekosongan sepanjang kariernya yang panjang di Bavaria. Penampilan kompetitif terakhirnya terjadi pada Maret 2026, kebetulan saat Neuer dan Urbig juga sama-sama absen, masing-masing karena cedera dan gegar otak.
Lawatan Bayern ke Madrid menjadi momen penting dalam kiprah mereka di Liga Champions. Menghadapi lini serang Atletico tanpa kiper utama yang sudah pasti tersedia jelas jauh dari kondisi ideal. Bayern sangat berharap mendapat kabar baik dari tempat latihan pada Minggu, tetapi indikasi saat ini menunjukkan bahwa “Ulle” perlu bersiap menghadapi salah satu ujian terbesar musim ini. Klub harus memastikan daftar pemain yang berangkat dalam 24 jam ke depan demi meraih hasil positif di ibu kota Spanyol.
Mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2000 dengan liputan utama di bidang hukum dan kriminal, politik, serta sosial masyarakat. Namun di tengah pekerjaan itu, selalu berusaha meliput kegiatan olahraga, terutama pertandingan sepakbola, cabang olahraga yang saya gemari dan mainkan sejak kanak-kanak.
Pada 2002 bergabung ke Harian Terbit dengan fokus liputan olahraga umum, sampai akhirnya hijrah ke Goal pada 2009 yang membuat kecintaan kepada sepakbola tersalurkan. Saya lebih difokuskan meliput kegiatan sepakbola nasional, dan menangani koresponden.
Hadirnya sejumlah pemain keturunan yang memperkuat timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir membuat saya menaruh perhatian kepada mereka, terutama yang berkarir di luar negeri, memberikan penilaian terhadap kinerja pemain di klub masing-masing.
Bidang yang ditekuni:
Menganalisa dan meliput pertandingan Super League
Memberikan penilaian terhadap pemain abroad
Editorial dan artikel sepakbola nasional dan internaional
Momen tak terlupakan:
Meyaksikan pertandingan terakhir enam besar Persirakatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ketika PSMS Medan melawan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada 1986 saat masih kanak-kanak. Di samping merasa senang dengan atmosfer yang tercipta di stadion, ada perasaan takut juga, karena banyak benda yang dilempar dari atas.