Audisi Umum PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah 10 Tahun

Audisi Umum PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah 10 Tahun

KOMPAS.com– Kota Makassar kembali menjadi panggung pencarian bibit-bibit bulutangkis Indonesia. Setelah satu dekade berlalu, Audisi Umum PB Djarum kembali digelar di Kota Daeng.

KOMPAS.com– Kota Makassar kembali menjadi panggung pencarian bibit-bibit bulutangkis Indonesia. Setelah satu dekade berlalu, Audisi Umum PB Djarum kembali digelar di Kota Daeng.

Dengan harapan menemukan talenta-talenta baru yang kelak mampu mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.

Audisi diikuti sedikitnya 233 peserta dari 73 kota dan kabupaten di Indonesia yang berlangsung di GOR DafestMakassar, Sulawesi Selatan mulai 4-8 Agustus 2026.

Para peserta bersaing pada kategori U11, KU 11, dan KU 12, baik putra maupun putri dari Pulau Sulawesi sendiri, diikuti peserta dari berbagai daerah seperti Banten, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua, hingga Papua Barat.

Ketua Tim Pencari BakatAudisi Umum PB Djarum2026, Sigit Budiarto, menjelaskan bahwa proses seleksi dimulai dengan tahap screening menggunakan sistem gugur.

Dimana pada fase awal, pertandingan dimainkan satu gim hingga 21 poin tanpa deuce, dengan perpindahan lapangan ketika salah satu pemain mencapai angka 11.

Peserta yang lolos kemudian melanjutkan perjuangan ke babak turnamen menggunakan format best of three games.

"Audisi Umum PB Djarum kembali ke Makassar karena kami menilai di Pulau Sulawesi merupakan salah satu lumbung atletbulutangkispotensial," ujar pria yang biasa disapa Sigit itu melalui rilis yang diterima Kompas.com.

"Kami berharap tahun ini bisa menemukan talenta super untuk bergabung dengan PB Djarum."

"Kami juga mengapresiasi ratusan atlet yang tidak hanya datang dari Sulawesi, tapi berbagai provinsi bahkan dari Papua. Tunjukkan kualitas kalian, selamat bertanding, dan #TeruskanSemangatJuara," imbuhnya.

Untuk itu kembalinya Audisi Umum PB Djarum juga disambut positif oleh Pengurus Provinsi PBSI Sulawesi Selatan.

Ketua Umum Pengprov PBSI Sulawesi Selatan, Prof. Warsinggih, menilai kehadiran audisi ini menjadi dorongan besar bagi klub-klub pembinaan dan atlet muda di daerah untuk terus meningkatkan kualitas.

"Harapan kami, Audisi Umum PB Djarum tidak hanya digelar tahun ini, tetapi juga dapat terus hadir pada tahun-tahun mendatang. Dengan begitu, semakin banyak talenta potensial dari Sulawesi Selatan yang memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan, berkompetisi di level nasional, dan meraih prestasi bersama PB Djarum," tutur Warsinggih.

Selain itu audisi tahun ini turut dihadiri sejumlah legenda bulutangkis Indonesia dan jajaran pelatih PB Djarum yang bertugas sebagai tim pencari bakat. Mereka antara lain Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Richard Mainaky, Sigit Budiarto, Lius Pongoh, Leonard Holvy De Pauw, Ari Yuli Wahyu Hartanto, dan Andreas Adityawarman.

Salah satu tim pencari bakat, Richard Mainaky, menegaskan bahwa penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil pertandingan.