Ashley Young Ungkap Risiko Besar jika Manchester United Menunjuk Antonio Conte

Ashley Young Ungkap Risiko Besar jika Manchester United Menunjuk Antonio Conte

Ashley Young memperingatkan Manchester United soal risiko menunjuk Antonio Conte. Ia menilai tuntutan latihan intens bisa menjadi bencana jika pemain tidak siap

Ashley Young memperingatkan Manchester United soal risiko menunjuk Antonio Conte. Ia menilai tuntutan latihan intens bisa menjadi bencana jika pemain tidak siap

Liputan6.com, Jakarta -Ashley YoungmemperingatkanManchester Unitedbahwa penunjukanAntonio Contesebagai pelatih kepala bisa berujung bencana jika para pemain tidak siap bekerja keras. Mantan bek Manchester United dan Inter Milan itu menilai metode latihan Conte yang intens berpotensi menjadi masalah bagi skuad Setan Merah saat ini.

Posisi pelatih Manchester United tengah menjadi bahan spekulasi setelah Michael Carrick dikabarkan berada di ambang pemecatan. Situasi tersebut memburuk setelah MU kalah 1-4 dari Como di Liga Champions dan tumbang 0-3 dari Bournemouth di Premier League.

Nama Conte kemudian masuk dalam daftar kandidat pengganti Carrick bersama Eddie Howe, Julian Nagelsmann, Unai Emery, dan Fabian Hurzeler. Meski memiliki rekam jejak meraih gelar, pelatih asal Italia itu masih menimbulkan perdebatan mengenai kecocokannya dengan kondisi Manchester United.

Young pernah bekerja di bawah arahan Conte saat membela Inter Milan dan membantu klub tersebut menjuarai Serie A musim 2020/2021. Berdasarkan pengalamannya, Young menilai intensitas latihan dan tuntutan mental Conte bisa menjadi tantangan besar bagi pemain Manchester United.

Ingin tahu jadwal pertandingan Liga Inggris terbaru? Intip selengkapnyadi sini.

Young mengenal langsung karakter Conte selama keduanya bekerja sama di Inter Milan. Ia menggambarkan pelatih tersebut sebagai sosok yang sangat ekspresif di pinggir lapangan dan menerapkan sesi latihan dengan tuntutan fisik tinggi.

Menurut Young, latihan Conte banyak melibatkan permainan 11 lawan 11 dan aktivitas berlari. Ia juga mengenang rapat tim yang bisa berlangsung berjam-jam, terutama setelah tim menelan kekalahan, sehingga para pemain harus memiliki ketahanan mental untuk menghadapi tuntutan sang pelatih.

"Saya pernah bekerja di bawah arahannya di Inter. Omong-omong, dia gila, benar-benar gila," kata Young dalam penampilannya diOverlap Daily.

"Dia sedikit mirip Diego Simeone di pinggir lapangan. Kalian bisa mendengarnya terus-menerus. Latihannya intens dan ada banyak aktivitas berlari," lanjut Young.

Selain intensitas latihan, Young menyoroti kebiasaan Conte mengadakan rapat panjang setelah hasil buruk. Menurutnya, pendekatan tersebut bukan hanya menguji para pemain, tetapi juga dapat menimbulkan ketegangan dengan jajaran petinggi dan pemilik klub.

Ikuti berita bola terbaru diSport Liputan6

Young menilai tuntutan Conte bisa membuat orang-orang di dalam klub merasa jenuh jika berlangsung terus-menerus. Ia menduga kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat masa kerja Conte di sejumlah klub tidak selalu berlangsung lama. "Banyak hal yang dia lakukan, sesi latihannya sering berupa permainan 11 lawan 11 dan terkadang sedikit membosankan. Rapatnya juga panjang. Ketika saya mengatakan panjang, maksud saya, jika kami kalah dalam pertandingan, kami bisa masuk ke ruang rapat dan dia benar-benar menghentikan semua aktivitas lainnya," ujar Young. "Kalian bisa berada di sana selama tiga atau empat jam. Rasanya seperti, 'Ayolah, mari serius sedikit'. Menurut saya, itulah salah satu alasan dia tidak bertahan lama di suatu tempat karena bukan hanya para pemain yang coba dia uji secara mental, melainkan juga jajaran direksi dan pemilik klub. Saya pikir orang-orang akhirnya merasa kesal kepadanya dan berpikir, 'Sudah waktunya kamu pergi'," tambahnya.