Suara.com -Singapuraharus bermain dengan 10 orang saat melawanTimnas Indonesiapada matchday pertama grup AFIFA ASEAN Cup 2026.
Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (25/9/2026), Singapura bermain dengan 10 orang setelah Safuwan Baharudin mendapat kartu merah.
Bek veteran Singapura itu awalnya mendapat kartu kuning oleh wasit Rustam Lutfullin karena melanggarMitchell Bakerdi area luar kotak penalti.
Namun VAR kemudian menganulir kartu kuning itu dan wasit Rustam memberikan kartu merah langsung kepada Safuwan.
Dari analsisi VAR, Safuwan dianggap melakukanDOGSOsaat melanggar Baker. Lantas apa itu DOGSO?
DOGSO merupakan singkatan dari Denying an Obvious Goal-Scoring Opportunity.
Aturan mengenai DOGSO tercantum dalam IFAB Laws of the Game, Law 12 tentang Fouls and Misconduct.
Aturan ini menjadi salah satu dasar bagi wasit dalam menentukan sanksi ketika sebuah pelanggaran menghentikan peluang mencetak gol seperti pada pelanggaran Baker.
Dalam praktiknya, DOGSO tidak berarti setiap pelanggaran terhadap pemain yang sedang menuju gawang otomatis menghasilkan kartu merah.
Wasit harus mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum menentukan apakah sebuah situasi benar-benar memenuhi unsur DOGSO.
Empat faktor penentu DOGSO
Salah satu pertimbangan utama adalah jarak antara lokasi pelanggaran dan gawang.
Semakin dekat pemain penyerang dengan gawang, peluang tersebut semakin mungkin dianggap sebagai kesempatan mencetak gol yang jelas.
Wasit juga mempertimbangkan arah permainan.
Pemain yang bergerak menuju gawang dengan bola yang dapat dimainkan memiliki peluang lebih kuat untuk dikategorikan sebagai DOGSO dibandingkan pemain yang bergerak menjauh dari gawang atau menuju area yang tidak mengancam.