Aouar Ungkap Mimpi yang Belum Terwujud, Sejajarkan Diri dengan Legenda Al Ittihad

Aouar Ungkap Mimpi yang Belum Terwujud, Sejajarkan Diri dengan Legenda Al Ittihad

Bintang Aljazair Memecah Kebisuan

Bintang Aljazair Memecah Kebisuan

Gelandang Al-Ittihad asal Aljazair, Houssem Aouar, mengungkapkan sisi berbeda dari kepribadiannya di luar lapangan hijau, setelah berbicara tentang sebuah mimpi lama yang bisa saja membawanya ke dunia jurnalistik seandainya ia tidak menjadi pemain sepak bola, sebelum ia mengungkapkan ambisi lain yang ingin ia wujudkan di klub Al-Ittihad.

Aouar, yang menjalani pengalaman berbeda bersama sang klub sejak kepindahannya ke Liga Arab Saudi, berbicara dalam penampilannya di program "Kora Break" tentang hubungan istimewanya dengan sepak bola, dengan menegaskan bahwa kecintaannya pada olahraga ini tidak hanya terkait dengan mengenakan jersey, tetapi juga meluas ke berbagai detailnya, mulai dari para pemain dan pertandingan hingga media serta para jurnalis yang mendampingi klub-klub dalam turnamen-turnamen besar.

Aouar menjelaskan bahwa ia bisa saja terjun ke bidang jurnalistik seandainya tidak menjadi pemain sepak bola, seraya menunjukkan bahwa ketertarikannya pada media berasal dari keinginannya untuk tetap dekat dengan dunia olahraga ini, mengikuti para pemain, pertandingan, dan segala detail yang mengelilingi sepak bola.

Bagi pemain Al-Ittihad ini, hal itu bukan sekadar gagasan yang lewat begitu saja, sebab ia mengungkapkan bahwa ia menyukai ide bepergian bersama para jurnalis untuk mengikuti pertandingan Liga Champions Eropa, yang mencerminkan betapa eratnya keterikatannya dengan sepak bola bahkan dari luar lapangan, serta keinginannya untuk tetap menjadi bagian dari dunia ini dalam bentuk apa pun.

Baca juga: Kutukan pelatih sementara, mengapa skenario aneh ini terus berulang di Manchester United?Namun karier Aouar membawanya ke jalan yang berbeda, setelah ia menjadi pemain profesional dan melewati sejumlah persinggahan penting bersama Lyon, Roma, dan Al-Ittihad, hingga kini ia menemukan dirinya berada dalam posisi yang memungkinkannya untuk menciptakan kisahnya sendiri alih-alih menulis tentang kisah orang lain.

Dan dengan kepindahannya ke Al-Ittihad, hubungan antara Aouar dan olahraga ini berubah menjadi pengalaman yang lebih terkait dengan suporter, kota, dan klub, terutama setelah ia menemukan dirinya berada di dalam salah satu klub Arab Saudi dengan basis suporter terbesar, dan dalam sebuah kompetisi yang menurutnya terus berkembang.

Pemain asal Aljazair itu berbicara dengan penuh kekaguman tentang kehidupan di Jeddah, dengan menegaskan bahwa ia merasa sangat nyaman di kota tersebut, dan bahwa hubungannya dengan kota itu kini tidak lagi hanya terkait dengan statusnya sebagai pemain Al-Ittihad, setelah ia memiliki teman-teman dan kehidupan pribadi yang detail-detailnya ia cintai.

Aouar menunjukkan bahwa sepak bola di Arab Saudi memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat, seraya menyoroti bahwa kota tersebut bereaksi secara jelas terhadap hasil dan pertandingan tim, sebuah hal yang membuatnya merasakan keistimewaan pengalaman yang ia jalani bersama Al-Ittihad.

Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"

Aouar menilai bahwa antusiasme suporter yang mengelilingi sepak bola di Arab Saudi merupakan salah satu hal yang paling menarik perhatiannya, terutama karena para suporter tidak memperlakukan pertandingan sebagai sekadar acara olahraga, melainkan sebagai bagian dari detail kehidupan sehari-hari.

Ia juga memuji perkembangan yang dialami Liga Arab Saudi, dengan menegaskan bahwa persaingannya telah menjadi kuat, dan bahwa gambaran yang dimiliki sebagian orang di Eropa tentang kompetisi ini telah berubah seiring waktu, di tengah keberadaan para pemain besar serta meningkatnya kualitas teknis dan kompetitif.

Dan di luar pembicaraannya tentang jurnalistik, Jeddah, dan Liga Arab Saudi, tampaknya Aouar mulai memandang pengalamannya bersama Al-Ittihad dengan cara yang lebih jauh daripada sekadar persinggahan dalam kariernya, terutama dengan pembicaraannya yang berulang tentang kekuatan klub, basis suporternya, serta ambisinya untuk meraih gelar juara.

Pemain yang suatu hari nanti bisa saja menjadi jurnalis yang menulis tentang bintang-bintang sepak bola itu kini memiliki peluang untuk mengubah dirinya sendiri menjadi salah satu nama yang kisahnya ditulis, jika ia berhasil menorehkan karier yang berpengaruh dengan jersey Al-Ittihad.

Nilai dari ambisi ini semakin bertambah di tengah kedudukan historis yang dimiliki Al-Ittihad, serta warisan panjang yang dibawa klub dan nama-nama yang telah meninggalkan jejaknya dalam ingatan para suporternya, yang membuat pemain mana pun yang mencari tempat di antara para legenda sang klub berhadapan dengan misi yang lebih besar daripada sekadar tampil dalam satu musim yang bagus.

Bagi Aouar, jalan menuju kedudukan itu dimulai dari lapangan, melalui konsistensi menampilkan performa yang kuat dan berkontribusi dalam meraih gelar juara, hingga seiring berjalannya tahun namanya berubah dari sekadar pemain yang pernah mengenakan jersey Al-Ittihad menjadi salah satu pemain yang namanya terikat dengan sejarah klub.

Dengan demikian, kisah Aouar di Al-Ittihad tampak sedikit berbeda; seorang pemain yang dulu bermimpi untuk dekat dengan sepak bola melalui jurnalistik, kemudian ia sendiri menjadi bagian dari kisahnya, dan kini mencari langkah yang lebih besar: meninggalkan sebuah warisan yang menjadikannya salah satu nama yang tak terlupakan oleh para suporter sang klub.