KOMPAS.com- Ancaman pemboikotan Piala Dunia U20 Wanita dapat memberikan dampak buruk bagi pemain muda dalam jangka pendek.
Namun, sikap tersebut juga dinilai bisa menjadi tekanan bagiFIFAuntuk melakukan reformasi dalam tata kelola sepak bola.
Ancaman boikot muncul setelah kontroversi mengenai rencana FIFA menjual sebagian saham Piala Dunia.
Rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah tekanan bertubi dari berbagai konfederasi dan asosiasi nasional, tetapi perdebatan mengenai tata kelola FIFA masih berlanjut.
Baca juga:Klub Eropa Ancam Boikot Piala Dunia Antarklub, FIFA Tertekan
Piala Dunia U20 Wanita akan berlangsung pada September, disusul Piala Dunia U17 Wanita pada Oktober.
Setelah itu, pertandingan play-off Piala Dunia senior akan digelar sebelumPiala Dunia Wanita2027 di Brasil.
Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy, mengatakan kepada BBC bahwa Presiden FIFAGianni Infantino"harus mundur".
Namun, Nandy tidak mendukung boikot karena menilai tindakan tersebut dapat menghukum atlet yang tidak bertanggung jawab atas persoalan tersebut.
Meski demikian, negara-negara yang siap memboikot Piala Dunia U20 Wanita dapat mengirimkan pesan kuat kepada FIFA.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa pemain, pelatih, dan federasisepak bola wanitatidak ingin terus menjadi pihak yang menanggung dampak dari keputusan badan pengatur.
Dilema tersebut muncul karena boikot juga dapat merugikan generasi pemain muda yang seharusnya mendapatkan pengalaman di turnamen internasional.
Baca juga:Bangladesh Siap Gantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026, Masuk Tahap Pembicaraan
Persoalan yang disorot tidak hanya berkaitan dengan rencana bisnis FIFA, tetapi juga keterwakilan perempuan dalam struktur organisasi.
Dari 18 anggota Komite Disiplin FIFA, hanya dua yang perempuan, yakni Paola Lopez dari Meksiko dan Thi My Dung Nguyen dari Vietnam.
Seluruh delapan anggota komite Masa Depan Sepak Bola FIFA juga laki-laki.
Sementara itu, dari 37 anggota Dewan FIFA, 29 merupakan laki-laki dan hanya delapan perempuan. Tujuh dari delapan wakil presiden FIFA juga laki-laki.
Ketimpangan turut terlihat dari hadiah turnamen.
Piala Dunia Wanita 2023 memiliki total hadiah 110 juta dolar AS (sekitar Rp1,96 triliun), sedangkan hadiah Piala Dunia Pria 2026 mencapai 871 juta dolar AS (sekitar Rp15,53 triliun).
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautanhttps://bit.ly/BantuWargaNTT