Alasan Hansi Flick Cabut Sementara Ban Kapten Frenkie de Jong di Barcelona

Alasan Hansi Flick Cabut Sementara Ban Kapten Frenkie de Jong di Barcelona

KOMPAS.com -Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengambil langkah mengejutkan dengan mencabut sementara ban kapten dari Frenkie de Jong.

KOMPAS.com -Pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengambil langkah mengejutkan dengan mencabut sementara ban kapten dari Frenkie de Jong.

Keputusan ini disinyalir merupakan buntut panjang dari serangkaian kejadian terkait penanganan cedera sang pemain saat membela tim nasionalBelanda.

Situasi ini tak pelak menciptakan momen yang kurang nyaman bagiFrenkie de Jong.

Melansir dariBarca Universal, pencopotan ban lengan tersebut murni merupakan inisiatif langsung dari sang pelatih, bukan intervensi dari manajemen klub.

Kendati demikian, persoalan ini tidak bisa semata-mata disederhanakan sebagai konflik terbuka.

Baca juga:Barcelona Siapkan Livakovic untuk Jadi Pelapis Joan Garcia

Pelatih asal Jerman tersebut sejatinya tetap mengagumi kualitas sang gelandang dan masih melihat peran krusial untuknya di masa depan.

Akar permasalahannya murni bersumber dari cara pemain menangani fase pemulihan cederanya.

Titik awal dari rasa frustrasi sang pelatih bermula dari ajangPiala Dunia.

Kala itu, Frenkie de Jong diketahui tetap memaksakan diri tampil dalam tiga pertandingan berturut-turut untuk negaranya meski tengah merasakan ketidaknyamanan fisik.

Keputusan ini dinilai sebagai sebuah situasi yang tidak lazim, mengingat pemain yang sedang dibekap cedera pada umumnya tidak terus dipertahankan bersama skuad tim nasional.

Setiap pemain memang memiliki hak mutlak untuk menentukan jalur penanganan cederanya.

Baca juga:Julian Alvarez Tolak Arsenal, Tetap Ingin Gabung Barcelona

Dalam hal ini, sang gelandang memilih untuk menempuh jalan alternatif dengan menolak operasi dan memaksakan diri bermain menembus rasa sakit.

Namun, apa yang terjadi setelah tugas internasional usai justru menjadi puncak kekecewaan pelatih.

Alih-alih langsung berfokus pada pemulihan, ia memilih pergi berlibur terlebih dahulu sebelum akhirnya kembali ke Spanyol pada bulan Agustus guna menjalani pemeriksaan medis.

Dari sudut pandang tim pelatih, manajemen penanganan cedera seperti ini dianggap jauh dari kata ideal.