Alarm bagi Arteta: Real Betis Hadapkan Arsenal pada Kenyataan Pahit

Alarm bagi Arteta: Real Betis Hadapkan Arsenal pada Kenyataan Pahit

Arsenal kalah dengan skor 1-3.

Arsenal kalah dengan skor 1-3.

Mikel Arteta, manajer Arsenal, dilanda kekecewaan mendalam setelah timnya kalah kemarin dari Real Betis dalam laga persiapan menyongsong musim baru.

Arsenal menelan kekalahan mengejutkan dari Real Betis dengan skor 1-3 dalam laga persahabatan yang mempertemukan kedua tim di Stadion "Aviva" di ibu kota Irlandia, Dublin, sebagai bagian dari persiapan kedua tim menjelang bergulirnya musim baru.

Surat kabar "The Sun" menyebut bahwa kekecewaan Mikel Arteta di pinggir lapangan Dublin menunjukkan bahwa ia tahu Arsenal tidak bisa dengan mudah meraih gelar lain dengan skuad saat ini.

Penampilan pemain seperti Reiss Nelson dan Fabio Vieira menjadi pengingat bahwa pelatih Arsenal mungkin harus berupaya keras mendatangkan lebih banyak talenta pada musim panas ini.

Arsenal tampil pucat ketika mengalami kekalahan telak dari Real Betis dalam laga persiapan serius pertama menjelang bergulirnya musim.

Laga persahabatan tertutup mereka melawan MK Dons lebih menyerupai sesi latihan, sementara kemenangan 4-1 mereka pada hari Sabtu atas Girona merupakan tugas mudah menghadapi tim divisi dua.

Namun laga tadi malam menjadi ujian sesungguhnya melawan tim pesaing di Liga Champions Eropa, dan Arsenal gagal dalam ujian itu.

Ada sisi positif dari kenyataan bahwa Arsenal kehilangan sejumlah besar bintang Piala Dunia, termasuk Bukayo Saka, Declan Rice, dan William Saliba yang cedera.

Namun jika laga ini menjadi indikasi terhadap sesuatu, maka Arteta akan sangat berambisi untuk meningkatkan level tim dengan menambah lebih banyak pemain.

Kedatangan Bruno Guimaraes yang sudah di depan mata - yang dijadwalkan bergabung dalam transfer senilai 75 juta pound sterling - akan mewujudkan hal itu, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Sejumlah laporan menyebut bahwa Real Madrid telah menawarkan kontrak yang lebih menggiurkan kepada Vinicius Junior, hal yang dapat menghambat upaya ambisius Arsenal untuk merekrut bintang istimewa itu.

Kepa Arrizabalaga, contoh lain dari pemain yang levelnya di bawah standar yang dibutuhkan, bertanggung jawab atas gol pertama Real Betis.

Pemain Spanyol itu salah dalam mengantisipasi sepak pojok, membiarkan Riquelme benar-benar bebas di tiang jauh untuk menceploskan bola ke gawang dengan mudah.

Kepa juga turut bertanggung jawab atas gol kedua. Pemain Spanyol itu menghadiahkan bola kepada tim Betis dengan sapuan yang keliru, memungkinkan Nelson Deossa melepaskan tendangan jarak jauh spektakuler ke sudut atas gawang.

Christos Tzolis, rekrutan terbaru Arteta, memberikan secercah harapan untuk musim baru ketika sepak pojoknya yang sempurna jatuh tepat ke kepala Piero Hincapie untuk memperkecil ketertinggalan Arsenal.

Namun kesalahan individu lainnya, kali ini umpan yang tidak akurat dari Kai Havertz, kembali menghadiahkan bola kepada Betis sebelum babak pertama berakhir, memungkinkan Pablo Fornals mencetak gol ketiga ke gawang Kepa.

Pergantian pemain besar-besaran pada babak kedua mengganggu ritme pertandingan, dan Arsenal pun terseok-seok menuju kekalahan dengan skor 3-1.

Namun itu menjadi pengingat keras bahwa jika Arteta ingin mencapai posisi istimewa musim ini, mendatangkan bintang-bintang adalah hal yang tidak bisa ditawar.