6 Negara Nordik Kompak Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

6 Negara Nordik Kompak Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

KOMPAS.com –Tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino semakin kuat.

KOMPAS.com –Tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino semakin kuat.

Enam asosiasi sepak bola negara Nordik secara terbuka menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino dan mendukung desakan agar dia mundur dari jabatannya.

Enam anggota FIFA tersebut adalah Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Kepulauan Faroe.

Baca juga:Petisi Tuntut Gianni Infantino Mengundurkan Diri, Sebut Telah Khianati Sepak Bola

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan di Helsinki, Finlandia, Minggu (23/8/2026), keenam asosiasi sepak bola itu juga mendukung seruan reformasi besar-besaran terhadap tata kelola badan sepak bola dunia tersebut.

Mereka menyatakan, berdiri bersama UEFA dan mendukung langkah-langkah yang diajukan konfederasi sepak bola Eropa serta asosiasi anggotanya.

"Enam asosiasi sepak bola Nordik telah kehilangan kepercayaan terhadappresiden FIFAdan prihatin terhadap tata kelola serta pengambilan keputusan organisasi di tingkat tertinggi," demikian pernyataan bersama tersebut, seperti dikutipReuters, Minggu.

Pernyataan enam negara Nordik tersebut menambah tekanan terhadap Infantino yang saat ini menghadapi desakan mundur dari sejumlah konfederasi sepak bola.

Setidaknya tiga konfederasi besar, yakni UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan CONCACAF yang menaungi kawasan Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia, sebelumnya telah mendesak Infantino untuk meninggalkan kursi Presiden FIFA.

Ketiga konfederasi tersebut bahkan telah membahas kemungkinan menggelar mosi tidak percaya terhadap Infantino.

Asosiasi sepak bola Nordik menyatakan mendukung langkah tersebut.

Mereka juga mendukung tuntutan agar dilakukan penyelidikan independen terkait kontroversi FIFA Forward Enterprise, proposal yang sempat memunculkan gagasan menjual kepemilikan sebagian aset atau hak atas sejumlah ajang FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada investor ekuitas swasta.

Proposal tersebut akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan luas dari berbagai pihak.

Baca juga:Gianni Infantino dalam Tekanan, Wales Desak Sang Presiden FIFA Mundur

Keenam asosiasi sepak bola Nordik juga meminta FIFA memberikan jaminan yang mengikat bahwa tata kelola organisasi maupun kompetisi sepak bola internasional tidak akan kembali dibuka untuk kepemilikan swasta.

"Kami mengharapkan FIFA memberikan jaminan yang mengikat bahwa tata kelola organisasi atau kompetisi tidak akan pernah lagi dibuka untuk kepemilikan swasta," kata mereka.

Selain itu, mereka meminta FIFA melakukan peninjauan menyeluruh dan independen terhadap kerangka tata kelolanya.