Enzo menantang tekanan dan melayangkan pesan berapi-api sebelum menghadapi Ipswich
Enzo Maresca, manajer Manchester City, menyampaikan beragam pesan menjelangduel kontra Ipswich Townpada pekan ketujuh Premier League. Ia berbicara soal ambisinya meraih start bersejarah, kekalahan timnya dari Paris Saint-Germain, masa depan Erling Haaland, serta kasus kontroversial yang membelit klub. Pelatih asal Italia itu mengungkapkan bahwa tekanan dari luar tidak memberi dampak negatif bagi tim, melainkan justru membuat para pemain dan suporter semakin solid. Ia menegaskan fokusnya adalah mengumpulkan kemenangan.
Maresca menegaskan bahwa fokusnya adalah memenangi laga melawan Ipswich, seraya menjelaskan bahwa kemenangan akan memberi timnya kesempatan meraih tujuh kemenangan beruntun dan 21 poin.
Ia mengatakan rekor-rekor baru nilai sesungguhnya hanya jika diterjemahkan menjadi pencapaian di akhir musim, sembari menekankan pentingnya pengelolaan menit bermain para pemain, baik di klub maupun di tim nasional masing-masing.
Ia menambahkan bahwa padatnya jadwal pertandingan memaksa dilakukannya rotasi, namun hal itu juga memberi tim kepelatihan kesempatan untuk mengenal potensi para pemain secara lebih baik melalui latihan dan pertandingan.
Pelatih Italia itu menyatakan kepuasannya atas respons tim selama periode terakhir, meski jadwalnya berat, dengan menghadapi Liverpool di Anfield lalu Paris Saint-Germain.
Ia menyebut soliditas antara klub, suporter, dan pemain membantu tim menghadapi kondisi tersebut, sambil menegaskan bahwa laga melawan Ipswich tidak kurang pentingnya dari segi poin dibandingkan laga-laga besar.
Mengenai kegaduhan yang mengelilingi klub, Maresca menjelaskan bahwa jawaban terbaik adalah meraih kemenangan, dengan merujuk pada kemenangan timnya di Anfield dan upayanya melanjutkan hasil-hasil positif.
Ia menambahkan bahwa menurut pandangannya, tekanan dari luar justru turut membuat klub, suporter, dan tim semakin solid, seraya mengingat pernyataan Ruben Dias tentang adanya pihak-pihak yang tidak ingin melihat Manchester City menang.
Maresca menilai kekalahan dari Paris Saint-Germain menyimpan pelajaran penting. Ia menjelaskan bahwa Manchester City membuang beberapa peluang sebelum kebobolan gol pertama, di antaranya peluang Rayan Cherki dan tendangan bebas yang dieksekusi Enzo, serta sepak pojok yang berujung tembakan membentur mistar.
Ia menyebut kebobolan gol pertama dan kedua dalam rentang waktu singkat mengacaukan posisi para pemain dan merusak keseimbangan, namun ia memuji penampilan tim pada paruh kedua dan menilai timnya layak mendapat hasil lebih baik.
Ia menegaskan bahwa berhadapan dengan salah satu tim terbaik di Eropa memberi kesempatan penting untuk belajar dan berkembang, baik bagi dirinya maupun para pemain.
Ia juga menggambarkan berkumpulnya para pemain di lapangan saat pertandingan sebagai tindakan positif, yang mencerminkan keinginan mereka memperkuat semangat kebersamaan setelah momen-momen sulit.
Manajer Manchester City itu menekankan pentingnya perbaikan di sektor pertahanan, dengan menegaskan bahwa ia lebih memilih kemenangan tanpa kebobolan dibanding menang dengan skor 5-3.
Ia menjelaskan bahwa gol-gol yang tercipta mencerminkan kemampuan tim menciptakan peluang, namun hal itu tidak mengurangi keharusan mengembangkan performa bertahan dan menekan kesalahan yang membuat lawan bisa menembus gawang.
Berbicara soal kebutuhan di lini tengah, ia menyebut beberapa pertandingan memerlukan lebih banyak kekuatan dan ketangguhan, tetapi hal itu tidak berarti harus mengandalkan tiga pemain dengan tugas bertahan, karena semuanya ditentukan sesuai rencana permainan tiap laga.
Maresca juga memuji kualitas Bouaddi, dengan menegaskan bahwa pemain istimewa tidak hanya tampil baik, tetapi juga turut mengangkat level rekan-rekannya.
Maresca mengungkapkan bahwa tim kepelatihan sedang mempertimbangkan memberi Erling Haaland waktu istirahat, di tengah padatnya pertandingan dan banyaknya agenda internasional maupun domestik.
Ia menjelaskan bahwa hal ini tidak hanya menyangkut striker Norwegia itu saja, melainkan juga sejumlah pemain yang terus bermain untuk Manchester City dan tim nasional mereka. Ia menegaskan mengistirahatkan mereka pada waktu yang tepat adalah hal yang perlu.
Pelatih Italia itu juga menegaskan kepercayaan penuhnya kepada manajemen Manchester City, sembari menyebut bahwa ia tidak melihat perlunya meminta pendapat dari luar klub untuk memahami kasus yang membelit klub.
Ia mengatakan menghormati hak semua orang untuk menyampaikan pendapat, baik ia setuju maupun tidak, namun ia lebih memilih menunggu hasil akhir sebelum memberi penilaian.
Ia menambahkan bahwa ia telah berbicara dengan para pejabat klub dalam beberapa kesempatan dan mendapatkan penjelasan dari mereka mengenai situasi tersebut, serta menegaskan bahwa kepercayaannya kepada manajemen menjadi salah satu alasan ia bergabung dengan tim.
Maresca berbicara tentang pertemuannya dengan Pep Guardiola usai laga melawan Paris Saint-Germain, dengan menjelaskan bahwa keduanya membahas jalannya pertandingan dan kedua babaknya.
Ia menyebut pelatih asal Spanyol itu menyatakan senang berada di stadion dan bersikap positif terhadap apa yang dilihatnya. Ia menambahkan kehadiran Guardiola membuat para suporter bahagia, karena stadion itu akan selalu menjadi rumahnya.
Maresca membantah bahwa Guardiola berbicara kepada para pemain setelah pertandingan.
Maresca memuji kepribadian Fernandez, menggambarkannya sebagai pribadi yang sopan, profesional, dan berhati besar, sembari menyebut bahwa citranya di mata sebagian orang bisa berbeda dari kepribadiannya yang sebenarnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya mengenal anggota keluarga pemain itu, termasuk ayah, ibu, istri, dan anak-anaknya, serta menilainya sebagai orang yang luar biasa.
Mengenai momen ketika Fernandez mendorong hakim pertandingan, Maresca menjelaskan bahwa pemain itu tidak melakukannya dengan sengaja, dan apa yang terjadi merupakan tindakan spontan yang terlihat agak lucu.
Maresca menegaskan bahwa Phil Foden berlatih dengan baik dan indikator terkait levelnya positif, meski ia melewati periode sulit sejak jeda internasional dan kartu merah yang diterimanya melawan Manchester United.
Ia menjelaskan bahwa Foden tersedia untuk tampil melawan Ipswich, namun tim kepelatihan akan memutuskan susunan pemain inti sesuai dengan padatnya jadwal pertandingan.
Menutup pernyataannya, Maresca mengingatkan sulitnya laga ini, dengan menyebut Ipswich mendapatkan waktu satu pekan penuh untuk bersiap, sementara Manchester City baru menjalani pertandingan 48 jam sebelumnya.
Ia menegaskan laga ini menjadi kesempatan penting untuk meraih tiga poin tambahan dan melebarkan jarak dengan tim peringkat kedua menjadi enam poin, sembari menekankan perlunya melanjutkan kemenangan dan tidak terusik oleh tekanan dari luar.